Luluran saat hamil? Apakah boleh dilakukan? Ini penjelasannya!

Posted on

Luluran saat hamil? Apakah boleh dilakukan? Ini penjelasannya! – Banyak perawatan yang dilakukan seorang wanita, mulai dari membersihkan wajah, hingga penggunaan lotion pada seluruh badan. Dari banyaknya jenis perawatan kecantikan yang sering dilakukan wanita, lulur adalah salah satu yang sering diminati banyak orang. Lulur dilakukan untuk merawat kecantikan kulit tubuh dan banyak diminati kaum perempuan tentunya, bahkan perempuan yang sedang hamil. Apakah hal tersebut boleh dilakukan? berikut penjelasannya!

Manfaat lulur, dan amankah luluran saat hamil?

Luluran saat hamil? Apakah boleh dilakukan? Ini penjelasannya!

Luluran berguna untuk mencerahkan kulit dengan mengangkat sel kulit mati yang menutupi seluruh bagian kulit tubuh. Sel kulit mati yang menumpuk menempel di kulit dapat membuat kulit tmpak gelap, kusam dan tidak bercahaya. Biasanya lulur memiliki tekstur yang kasar seperti scrub yang berguna untuk menghilangkan sel sel kulit mati, serta merangsang regenerasi sel kulit.

Menggunakan lulur dalam seminggu dapat mengurangi bintik-bintik hitam pada kulit dan melancarkan peredaran darah. Selain itu juga, rutin luluran memungkinkan nutrisi dari skincare yang diberikan untuk kulit lebih mudah diserap oleh kulit.

Untuk bumil, apakah lulur aman untuk dilakukan?

Menurut kebanyakan para ahli, lulur aman digunakan selama kehamilan. Disamping itu kehamilan dapat mengakibatkan beberapa kondisi tubuh berubah, bahkan juga perubahan dari segi mental. Mungkin melakukan perawatan kecantikan sederhana seperti luluran dapat membuat bumil lebih percaya diri untuk menghadapi perubahan di tubuh selama kehamilan berlangsung.

Bumil dapat menggunakan lulur buatan dari garam atau gula selama periode kehamilan, tanpa resiko apapun pada kandungan selama dilakukan secara lembut. Selama masa hehamilan, kulit tidak akan menyerap gula atau garam secara signifikan, dan itu alasan bumil disarankan menggunakan lulur garam atau gula.

Beda lagi ceritanya jika pada kulit sensitif, lulur berbasis garam dapat merusak pembuluh darah yang berukuran kecil. Maka, hindari jika bumil memiliki jenis kulit sensitif

Tips aman luluran saat hamil

Walaupun luluran sah sah saja dilakukan saat sedang hamil (Selama tidak mengandung bahan kimia), namun anda harus tetap perhatikan dan mengingat beberapa hal dibawah ini:

  • Intensitas gerakan

Saat bumil melakukan lulur, pastikan dilakukan oleh orang yang mengerti prosedur pelaksanaannya. Luluran saat hamil sebaiknya dilakukan dengan gerakan yang hati-hati. Gosoklah tubuh dengan gerakan perlahan, jangan menggosok permukaan kulit dengan gerakan yang cepat juga keras. Hal tersebut dapat menimbulkan luka goresan.

  • Utamakan menggunakan lulur alami

Pastikan untuk melakukan lulur dengan lulur yang kita buat dari bahan alami. Sebenarnya banyak juga lulur yang terbuat dari bahan alami yang dijual, namun untuk memastikannya aman, sebaiknya kita buat sendiri lulur dirumah. Selain aman digunakan, juga bersahabat bagi dompet kita. Bahan alami tersebut misalnya gula pasir, garam atau oatmeal sebagai scrubnya yang dicampur dengan bahan lain seperti labu, madu, dan sebagainya.

  • Pantangan

Meskipun dikatakan bahan alami, ada beberapa bahan alami yang sebaiknya bumil hindari. Bahan yang harus dihindari tersebut yaitu, Chamomile, Jahe, Melati, Pappermint, Rosemary, Mawar, dan Kemiri. Hal ini dikarenakan bahan-bahan tersebut dapat menstimulasi peredaran darah menstruasi. Selain bahan bahan tersebut, hindari juga lotion yang mengandung lidah buaya, dan produk-produk yang dapat menimbulkan resiko cacat pada bayi.

  • Hindari minyak alami

Selain pantangan bahan-bahan tadi, masih ada lagi bahan yang harus anda hindari. Kandungan minyak alami, aniseed, almond, basil, lada hitam, lemongrass, pinus, adas manis, minyak camphor, lemon, cengkeh, dan adas. Bahan-bahan tersebut harus anda hindari karena dapat membuat kulit sensitif dan iritasi. Ada juga yang mengatakan kandungan tersebut juga dapat menjadi racun bagi kulit wanita yang sedang mengandung.

Jika penjelasan dan tips diatas masih belum menghapus rasa ragu, disarankan untuk menanyakan pada dokter.

Semoga informasi tentang Luluran saat hamil diatas bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *